Minggu, 15 Juni 2014

TUGAS 6 - LAPORAN SEMI ILMIAH



LAPORAN SEMI ILMIAH

Laporan Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Macam-macam laporan
1.      Laporan berbentuk formulir isian
Laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai.
2.      Laporan berbentuk surat
Laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat.
3.      Laporan berbentuk memorandum
Laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.
4.      Laporan perkembangan dan keadaan
Laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.
5.      Laporan berkela
Laporan berkela dibuat secara rutin (harian,mingguan,bulanan,tahunan) misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi.
6.      Laporan laboratoris/hasil penelitian
Laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium.
7.      Laporan formal/semi formal
Laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal. 
Ciri-ciri :
1.      Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2.      Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
3.      Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4.      Kritik tanpa dukungan bukti.
Contoh :
EKSTERNALITAS PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK
Latar Belakang Masalah
Dalam suatu perekonomian globalisasi ini, setiap kegiatan mempunyai keterkaitan dengan kegiatan lain seperti mata rantai yang menyatu. Keterkaitan posotif akan menghasilkan rantai kegiatan yang saling menguntungkan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dan sebaliknya, jika banyak nilai negatifnya maka akan ada salah satu pihak yang dirugikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai salah satu negara yang berkembang dibidang ekonomi, bangsa Indonesia tidak akan bisa memanfaatkan kesempatan ini selama tidak adanya pembangunan infrastruktur penunjang kelancaran pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu, bangsa Indonesia mengerahkan sumber daya manusia untuk membangun bangsa.
Dalam dunia ekonomi, infrastruktur merupakan salah satu faktor kelancaran pertumbuhan ekonomi. Seperti jalan raya, jembatan,pelabuhan dan lain-lain. Dengan adanya infrastruktur maka banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat dirasakan oleh negara dan masyarakat sekitar. Disisi lain, adanya nilai negatif yang kurang diperhatikan oleh masyarakat luas. Sisi negatif ini hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat yang ada disekitarnya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, masing-masing yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1)     Apa yang dimaksud dengan eksternalitas ?
2)     Apa saja dampak dari eksternalitas positif dan eksternalitas negatif  ?
3)     Dari dampak eksternalitas, manakah yang lebih dominan ?
Jalan tol Jakarta-Ckampek merupakan jalan tol yang menghubungkan antara provinsi Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dioperasikan sejak tahun 1988 oleh Jasa Marga dengan total panjang (73 kilometer; wikipedia. 83 kilometer; www.jasamarga.com) dengan lebar ± 50 meter membentang yang melintasi Kabupaten Purwakarta, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, dan Ibukota Jakarta. Jalan tol yang menghubungkan kota Jakarta dan Cikampek ini merupakan infrastruktur urat nadi perekonomian dua provinsi atau nasional bahkan menjadi jalur terpenting yang menghubungkan kota-kota di jalur pantai utara (pantura).
Dalam pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek ini membutuhkan tidak hanya dana yang luar biasa besarnya. Didunia ekonomi, jika kita menginginkan sesuatu (barang ekonomis) maka harus ada pengorbanan yang dikeluarkan demi mendapatkannya. Seperti halnya dalam pembangunan jalan tol dengan panjang 73 kilometer dan lebar ± 50 meter. Sudah banyak pengorbanan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada proyek pembangunan infrastruktur ini. Berapa luas lahan pemukiman penduduk dan lahan pertanian yang hilang demi pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut.? Pada pembangunan sebuah proyek, pasti ada eksternalitasnya. Eksternalitas ialah keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalu mekanisme pasar. Maksud dari eksternalitas ialah suatu tindakan yang memiliki dampak positif atau negatif terhadap lingkungan sekitar. Jika kita kaitkan dengan sumber daya alam, eksternalitas akan menyebabkan alokasi atau penerapan sumber daya alam yang tidak efisien.
Dalam pembangunan mega proyek tersebut mengakibatkan dampak eksternalitas positif maupun yang negatif pada sumber daya alam disekitar. Bahkan tidak dapat dipunngkiri untuk menghindari dampak negatif dari eksternalitas yang terjadi pada lingkungan. Segala tindakan harus ada tanggungjawab yang besar terhadap dampak yang ditimbulkan baik positif maupun negatif.
Ditinjau dari dampaknya, eksternalitas dibagi menjadi 2, yaitu:
1)     Eksternalitas positif, adanya dampak yang menguntungkan dari tindakan yang dilakukan oleh satu pihak terhadap pihak lain.
2)     Eksternalitas negatif, adanya dampak yang merugikan dari tindakan yang dilakukan oleh satu pihak terhadap pihak lain.
Eksternalitas Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Jakarta-Cikampek
  1. Eksternalitas positif yang ditimbulkan dari pembangunan jalan tol
Pertumbuhan Ekonomi
Jalan tol sebagai salah satu infrastruktur yang cukup efisien dalam perindustrian barang dan jasa. Sebagai alternatif yang menjembatani daerah pinggiran Jakarta untuk menuju kota. Menurut informasi jasa mara menyebutkan, lalu lintas harian ruas jalan tol Jakarta-Cikampek rata-rata 550.000 unit kendaraan dan pendapatan rata-rata per hari sekitar Rp 2.5000.000.000. Volume kendaraan roda empat atau lebih tiap tahun terus bertambah jumlahnya, dari tahun 2007-2011 jalan tol Jakarta-Cikampek rata-rata per hari:
Semakin banyak volume kendaraan yang melintasi tol Jakarta-Cikampek diharapkan dapat pula menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemajuan Daerah Penopang Ibukota Jakarta
Salah satu dampak positif adanya jalan tol ialah semakin maju daerah-daerah penopang Jakarta dalam sektor ekonomi (industri). Adanya kawasan industri di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Jalan tol Jakarta-Cikampek telah menarik investor-investor asing untuk berinvestasi di luar Jakarta termasuk daerah penopang Jakarta.
Salah satuya adalah kawasan industri Jababeka:
Kawasan Industri Jababeka merupakan kawasan eko-industri modern pertama di Indonesia yang dikembangkan  bersama-sama dengan ProLH GTZ di bawah program kerjasama teknis yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman. Proyek ini mencakup 1.570 hektar dan berisi lebih dari 1.400 perusahaan lokal dan multinasional dari 29 negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Inggris, Yang lain Belanda, Australia, Korea, Singapura, Taiwan, Malaysia, dan masih banyak lagi.
Kawasan ini menawarkan solusi pembangunan industri yang komprehensif dan bermanfaat untuk hampir semua jenis perusahaan. Salah satu yang termasuk di dalamnya adalah tanah dan bangunan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan pabrik. Pabrik yang dirancang secara estetis serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan membuat unit-unit ini menjadi pilihan bagi para wirausahawan dan juga para perusahaan besar.
Fasilitas seperti bangunan pabrik, bangunan three-in-one, bangunan pendukung, gedung R & B, bangunan Hom & Bizz, gudang modern dan bangunan industri yang dapat diubah sesuai kebutuhan. Semua bangunan menawarkan fleksibilitas dan pemanfaatan ruang yang maksimal ini adalah salah satu dampak positif adanya infrastruktur jalan tol Jakarta-Cikampek yang menghubungkan kawasan industri luar Jakarta untuk menuju pusat kota. Menarik investor asing untuk berinvestasi di kawasan industri Jababeka Cikarang. Kita tidak selamanya terus-menerus mengandalkan sumber daya alam sebagai penopang ekonomi Indonesia, karena sektor ini bersifat terbatas.
Tumbuhnya ekonomi masyarakat dan mengurangi tingkat pengangguran
Jalan tol juga dapat mendorong masyarakat untuk mengisi kesempatan ini dengan berwirausaha. Bermunculan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM) atau rumahan yang berdistribusi di kawasan jalan tol. Beberapa usaha dari masyarakat yang tumbuh:
1)     Usaha kecil dan menengah (UKM)
2)     Pedagang asongan
3)     Kios-kios usaha di pintu masuk dan keluar tol Cikampek Jasa transportasi antar kota
4)     Bursa kerja di tempat fasilitas peristirahatan
5)     Dan lain-lain.
Dengan ini dapat mengurangi tingkat pengangguran di wilayah yang tumbuh dengan adanya jalan tol. Juga dapat membuka bursa kerja yang cukup bagi masyarakat berpendididkan rendah atau bahkan tidak berpendidkan.
  1. Eksternalitas negatif yang ditimbulkan dari pembangunan jalan tol
Lahan pertanian “hilang”
Lahan pertanian merupakan aset penting bagi masyarakat Indonesia terutama yang matapencahariannya sebagai petani. Tidak bagi petani saja, lahan pertanian merupak salah satu ketahanan pangan  nasional dimana lahan pertanian tersebut bernilai ekonomis dan dapat menghasilkan salah satu bahan pangan pokok masyarakat. Berapa luas lahan pertanian yang hilang dalam pembangunan jalan tol Jakarta–Cikampek.? Diibaratkan setengah dari panjang jalan tol 73 kilometer adalah lahan pertanian dan lebar jalan tol 50 meter. Dengan ukuran 50×50 meter, lahan pertanian menghasilkan 15 kantong padi per musim panen (2 kali panen per tahun).
Perhitungan:
73.000 meter x ½            = 36.500 meter
50 meter lebar jalan tol  (bisa lebih dari perkiraan)
50 x 50 meter                  = 15 kantong padi per musim panen (2 kali panen per tahun).
36.500 x 50 meter           = 730 kantong padi per musim panen
730 x 2                             =  1.460 kantong padi per tahun
Pertanyaannya adalah berapa banyak padi yang hilang nilai gunanya.? Mungkin lebih dari 10.000 kantong padi bahkan lebih.
Polusi udara dan polusi suara
Banyak kendaraan roda empat atau lebih yang menghasilkan polusi udara dan suara yang dapa mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar jal tol tersebut. Berapa banyak polusi yang dikeluarkan kendaraan dengan rata-rata jumlah 550.000 unit kendaraan per hari.? Jumlah ini tidak  menunjukan semua kendaraan roda empat atau lebih menghasilkan polusi udara dan polusi suara. Hanya sebagian dari jumlah tersebut yang menghasilkan polusi yaitu kendaraan yang disebabkan oleh uisa kendaraan dan kurangnya perawatan teknis yang seharusnya rutin dilakukan berapa bulan sekali untuk diservice.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan eksternalitas pembangunan infrastruktur ekonomi “Jalan Tol Jakarta-Cikampek” dapat disimpulkan bahwasannya eksternalitas merupakan keterkaitan suatu kegiatan dengan kegiatan lain yang tidak melalui mekanisme pasar. Dengan kata lain, eksternalitas ialah suatu tindakan yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Secara sadar maupun tidak sadar, masyarakat sekitar sedang meraskan dampak dari eksternalitas yang terjadi baik positif maupun yang negatif. Di zaman modern, kita harus bisa menilai mana yang baik dan buruk. Pembangunan infrastruktur pada sekarang ini, kita tidak terfokus pada masalah mana yang menguntnugkan sekelompok masyarakat atau merugikan yang lain. Tetapi lebih mengutamakakan kepentingan nasional yang dapat menumbuhkan nilai-nilai positif lebih dan meminimalisirkan nilai-nilai negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat dalam memodernisasi bangsa Indonesia.
Saran
Saran yang dapat disimpulkan oleh penulis diarahkan untuk pemerintah dalam memutuskan kebijakan-kebijakan dampak eksternalitas yang positif maupun negatif. Diantaranya:
1)     Membuka lahan pertanian baru untuk ketahanan pangan nasional
2)     Membatasi mobil-mobil tua yang menghasilkan polusi udara maupun polusi suara yang kurang bersahabat bagi lingkungan.



TUGAS 5 - LAPORAN ILMIAH



LAPORAN ILMIAH

Laporan ilmiah ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan.
Dasar Membuat Laporan Ilmiah
Ada beberapa hal yang mendasari dalam pembuatan Laporan Ilmiah. Diantaranya :
  • Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
  • Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  • Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
  • Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
  • Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah :
·         Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
·         Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
·         Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
·         Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
·         Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
·         Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut. Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.
Jenis-jenis Laporan Ilmiah
Dari beberapa sumber yang ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :

1.      Laporan Lengkap (Monograf)
·         Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
·         Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
·         Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
·         Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
·         Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).
2.      Artikel Ilmiah
·         Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
·         Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
·         Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

3.      Laporan Ringkas
·         Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

Ciri - Ciri Laporan yang baik
  • Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku). 
  • Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
  • Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
  • Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
  • Adanya kesimpulan dan saran
  • Laporan dibuat menarik dan juga interaktif
Fungsi Laporan Ilmiah
  1. Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
  2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
  3. Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.
  4. Secara ringkas, laporan memiliki fungsi informasi, pengawasan, pengambilan keputusan, dan pertanggung jawaban.
Syarat Laporan Ilmiah
  1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian, disertai pemecahannya
  2. Pembahasan masalah yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/ fakta
  3. Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
  4. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
  5. Tulisan disusun dengan metode tertentu
  6. Tulisan disusun menurut sistem tertentu
  7. Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.
Contoh :
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita).Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil.
Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.Klasifikasi tradisional menggabungkan pula lumut hati ke dalam Bryophyta.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Penulis membatasi laporan ini seputar :
a.       Tumbuhan Lumut
b.      Perkembangan dan pertumbuhan lumut
c.       Pengaruh pemberian cahaya pada tumbuhan lumut
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini :
a.       Untuk membuktikan perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan lumut
b.      Untuk menambah wawasan pengetahuan tentang makhluk hidup
c.       Untuk mengetahui dan lebih mengenal tentang tumbuhan lumut
1.4 MANFAAT PENELITIAN
            Manfaat dari penulisan laporan ini adalah :
a.       Dapat menentukan habitat tumbuhan lumut
b.      Dapat mendeskripsikan proses pertumbuhan tanaman lumut
c.       Dapat menganalisis masalah yang terjadi  pada proses pertumbuhan
d.      Dapat memahami keanekaragaman hayati
e.       Dapat mengembangkan potensi usaha dari kerajinan tumbuhan lumut

1.5  METODE PENULISAN
Dalam pembuatan laporan ini dilakukan dengan cara :
a.       Metode observasi
b.      Membaca beberapa buku di perpustakaan sekolah
c.       Mengumpulkan data dari internet.
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN
Untuk memudahkan para pembaca penulis menyusun laporan ilmiah ini dalam beberapa bab yaitu :
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG   
1.2 RUMUSAN MASALAH  
1.3 TUJUAN PENELITIAN 
1.4 MANFAAT PENELITIAN 
1.5 METODE PENULISAN  
1.6 SISTEMATIKA PENULISAN 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI   
2.2 RUMUSAN HIPOTESIS  
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 RANCANGAN PENELITIAN     
3.2 INSTRUMEN ALAT DAN BAHAN  
3.3 JADWAL DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN 
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 DESKRIPSI DATA
4.2 PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
5.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KAJIAN TEORI
Berdasarkan teori yang ada, beberapa jenis lumut memiliki ruang lingkup kehidupan yang luas, namun beberapa hanya berada pada habitat khusus. Secara umum lumut tidak dapat tumbuh pada habitat kering, kebanyakan hidup pada tempat yang kelembabannya tinggi, dan teduh. Jika dikaji secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa kebanyakan lumut memiliki range ekologi yang agak sempit dan terbatas sehingga tumbuhan lumut mempunyai nilai penting yang cukup besar sebagai indikator habitat tertentu. Faktor biotik yang mempengaruhi kehidupan tumbuhan lumut adalah menyangkut masalah kompetisi diantara tumbuhan lumut itu sendiri, baik untuk mendapatkan makanan maupun untuk tempat hidupnya. Sedangkan faktor abiotiknya meliputi :
a.       Faktor cahaya, Umumnya tumbuhan normal membutuhkan 500 – 1300 lux intensitas cahaya.
b.      Faktor temperature
c.       Faktor Air, Intensitas penghisapan air tergantung pada kandungan air tiap – tiap tumbuhan. Adaptasi tumbuhan lumut dalam pengambilan air :
  • Endohydric species, air yang diambil berasal dari substrat dan kemudian dihantarkan secara internal ke organ daun atau permukaan evaporasi lainnya (sifat permukaan dari tumbuhan adalah water rapellent/penolak). Umumnya hidup pada substrat yang kaya nutrien, tempat basah, dan poreus (berpori). Contoh : Polytricaceae, Mniaceae,Marchantiaceae, dsb.
  • Ektohydric species, Air mudah diabsorbsi dan hilang melalui segala permukaan tubuh. Sifat karakteristiknya adalah semua bagian tubuhnya dapat menghisap dan menyimpan air dari udara. Contoh : Grimiaceae, Orthitricaceae, lumut hati berdaun, dsb.
d.      Faktor angin
e.       Faktor edafik, meliputi tanah, humus, dan batuan. Karena lumut hidup umumnya di atas batuan dan tanah yang berhumus, jadi lumut dikatakan bersifat saprofit.
2.2 RUMUSAN HIPOTESIS
Keberadaan tumbuhan lumut disuatu tempat selalu dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik. Tumbuhan lumut jarang ditemukan yang bersifat individu, melainkan hidup berkelompok dan mempunyai bentuk – bentuk kehidupan khusus. Tumbuhan lumut biasanya tumbuh ditempat yang lembab dan berair meskipun begitu lumut juga masih membutuhkan suplai sinar matahari yang cukup, akan tetapi tumbuhan lumut kurang bisa hidup didaerah yang panas dan gersang ditambah lagi mendapat sinar matahari secara langsung, hal ini menyebabkan tumbuhan lumut banyak dijumpai di pinggiran sungai, selokan, maupun pada saluran pembuangan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan penelitian adalah suatu hal yang penting dalam suatu penelitian ilmiah, maka penulis menyusunnya sebagai berikut :
  • Identifikasi variabel, yakni faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian. Ada beberapa variabel dalam suatu penelitian. Untuk mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya. Pengamatan dilakukan terhadap variabel tersebut, dan mengukur variabel yang di pengaruhinya. Sementara itu, variabel yang lain  dibuat tetap (terkontrol) untuk mengisolir fenomena yang dapat berpengaruh terhadap pengamatan tersebut. Ada pun variabelnya sebagai berikut :
    • Variabel bebas, yaitu sinar cahaya matahari
    • Variabel tak bebas, yaitu morfologi tumbuhan lumut (pengukuran terhadap luas dari tumbuhan lumut pada media objek)
    • Variabel terkontrol, yaitu luas kayu, ember, serta volum air
    • Memilih peralatan yang sesuai dengan penelitian.
    • Melakukan pengamatan akurat, dalam hal ini adalah melakukan pengamatan terhadap semua objek dalam penelitian pada saat melakukan penelitian terutama pada alat dan bahan agar tujuan dari penelitian dapat dicapai. Pengamatan juga bertujuan untuk mencatat semua hal dan peristiwa yang terjadi pada objek penelitian. Pengamatan dilakukan secara teliti dan akurat dalam setiap fase penelitiannya.
    • Mengumpulkan data dan hasil penelitian, dalam hal ini pencatatan data harus jelas guna kelancaran penelitian. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi.
    • Mengolah dan menganalisis data, pengolahan  dan penyajian data penting agar dapat menganalisis data dengan benar. Adapun hal yang harus dianalisis sebagai berikut :
      • Apakah setiap data menghasilkan kurva yang mulus
      • Apakah ada data diluar kurva
      • Apakah data tersebut dapat diabaikan atau ada suatu alasan tertentu mengapa hal ini terjadi.
      • Ø Kesimpulan, yakni mengenai perumusan mengenai apa yang diperoleh dari suatu penelitian kualitatif.
      • Ø Membuat laporan kegiatan penelitian, yakni hasil penelitian dikomunikasikan secara tertulis dalam bentuk laporan kegiatan penelitian.
3.2 INSTRUMEN ALAT DAN BAHAN
Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Ember
Gayung
Penggaris
Pisau
Kertas hvs dan alat tulis
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini :
Kayu
Air
3.3 JADWAL DAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
  1. Menyiapkan alat-alat dan bahan untuk melakukan penelitian
  2. Menyiapkan 2 ember untuk 2 perlakuan, ember yang digunakan harus sama
  3. Tiap-tiap ember di isi air sebanyak 100 ml agar menjaga kelembaban (tinggi air pada ember 1 cm)
  4. Masukan media pertumbuhan lumut berupa kayu pada kedua ember dengan ukuran : Ukuran Kayu : 10 cm x 15 cm
  5. Letakan kedua ember pada tempat yang berbeda :
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman depan rumah (panas) dengan pencahayaan sangat terang
6.      Setelah beberapa hari lakukanlah pengamatan terhadap kedua ember tersebut, apakah pada kedua ember tersebut sudah tumbuh lumut
7.      Lakukan peninjauan setiap 3  hari sekali, dan catat hasilnya
8.      Apakah terdapat perbedaan pertumbuhan yang terjadi pada kedua ember?
9.      Catat setiap terjadi perbedaan dan peristiwa
10.  Olah semua data yang telah terkumpul, kemudian buatlah grafik perbandingan
11.  Tariklah suatu kesimpulan
BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 DESKRIPSI  DATA
Penelitian ini berlangsung selama 21 hari, dimulai dari tanggal 7 Agustus 2011 hingga tanggal 28 Agustus 2011. Dalam kurun waktu tersebut  telah terjadi berbagai proses pertumbuhan yang berkaitan dengan penelitian ini dan kami pun berhasil mengumpulkan data tersebut dan mengolahnya menjadi suatu laporan ilmiah.
Adapun data yang terkumpul selama penelitian terhadap proses pertumbuhan lumut, adalah sebagai berikut :
Dalam bentuk tabel :
NO
HARI KE-
LUAS LUMUT YANG TUMBUH PADA KAYU DI EMBER
KETERANGAN
EMBER A
EMBER B
1
3
5 Cm2
0 Cm2
Air berubah menjadi keruh
2
6
19 Cm2
6,1 Cm2
Kedua ember mulai ditumbuhi lumut
3
9
42,3 Cm2
14 Cm2
Pada ember A air berubah warna menjadi hijau pekat
4
12
98,8 Cm2
35,6 Cm2
Pertumbuhan lumut yang sangat cepat terjadi pada ember A
5
15
137 Cm2
33,2 Cm2
Pada ember B kayu menjadi keropos
6
18
150 Cm2
42,8 Cm2
Pada ember A lumut menutupi seluruh permukaan kayu
7
21
150 Cm2
62 Cm2
Pada ember B kayu berubah menjadi hitam dan kropos
 
Catatan :        Luas kayu total pada ember 150 Cm2
Ember A : Diletakan di dekat sumur (tempat lembab) dengan pencahayaan cukup terang
Ember B : Diletakan di halaman teras depan rumah (panas) dengan pencahayaan .
4.2 PEMBAHASAN
Menganalisis data yang di peroleh dari penelitian
  • Secara kualitatif, tempat yang lembab dan mendapat sinar matahari yang cukup menyebabkan pertumbuhan lumut semakin cepat, sedangkan  pada tempat yang panas dan kering pertumbuhan lumut cenderung sedikit lambat, hal ini disebabkan karena lumut termaksuk kedalam tumbuhan epifit yang kurang cocok hidup didaerah yang tandus.
  • Secara kuantitatif, Lumut adalah sekelompok vegetasi kecil yang tumbuh pada tempat lembab atau perairan dan biasanya tumbuh meluas menutupi permukaan,.setiap tempat yang bersuhu kurang 30 derajat dan lembab pasti mudah untuk di tumbuhi lumut.
Menjelaskan hasil dengan teori yang ada
  • Teori menunjukkan, bahwa tumbuhnya lumut banyak di temukan di tempat-tempat lembab atau basah karena sangat menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi lumut tidak dapat beradaptasi dengan baik di daerah kering dan panas. Tumbuhan lumut mempunyai jenis + 25.000 species yang tesebar di seluruh permukaan bumi mulai dari daerah tropic sampai kedaerah kutub utara.
Pada umumnya struktur tubuh tumbuhan lumut mempunya ciri –ciri sebagai berikut :
1. Bentuk tubuhnya pipih
2. Bersel banyak
3. mempunyai dinding sel yang tersusun dari selulosa
4. Melekat pada substartnya
5. Bersifat Aututrof
6. Bentuk akar seperti benang-benang
7. Daunya terdiri atas selapis sel yang mengandung klorofals berbentuk jala
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 KESIMPULAN
Lumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohon-pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya. Beberapa jenis dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa.
Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis, mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai tumbuhan pada umumnya.
Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya.
Jadi secara garis besar hasil penelitian sesuai dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya yang dikemukakan oleh para ahli.
5.2 SARAN
Karena keterbatasan  informasi dan pengetahuan tentang proses pertumbuhan lumut ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman tentang pembuatan laporan ilmiah, mengakibatkan terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan laporan ilmiah ini. Tetapi karena keterbatasan itulah saya termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Maka dari itu saya berharap agar dapat lebih memahami tentang pembuatan laporan ilmiah dan juga diharapkan agar lebih sering diadakan pelatihan pembuatan laporan ilmiah, begitupun waktu yang dibutuhkan agar lebih di perpanjang lagi sehingga dapat dihasilkan laporan ilmiah yang lebih baik lagi.

Sumber :