Minggu, 06 Januari 2013

TUGAS 3 - TEORI ORGANISASI UMUM 1




TEORI ORGANISASI UMUM 1
SOFTSKILL TUGAS 3
NAMA       : RIANTI RIDHAMALIA
NPM           : 16111106
KELAS       : 2KA33

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1.      Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2.      Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :

1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah


JENIS KOMUNIKASI

Ada 3 jenis komunikasi, yaitu :
  1. Komunikasi formal adalah suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya dilakukan di dalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif , berdasarkan struktur organisasi oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas organisasi dengan status masing - masing yang tujuannya menyampaikan pesan yang terkait dengan kepentingan dinas . Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal ketika komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi dilakukan berdasarkan prinsip - prinsip dan struktur organisasi .
  2. Komunikasi Informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal , penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu , gosip , atau rumor . Tentang komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih belum jelas dan tidak akurat , carilah sumber informasi yang dapat dipercaya , selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positif .
    Informasi dalam komunikasi informal biasanya timbul melalui rantai kerumunan di mana seseorang menerima informasi dan diteruskan kepada seseorang atau lebih dan seterusnya sehingga informasi tersebut tersebar ke berbagai kalangan . Implikasinya adalah kebenaran informasi tersebut menjadi tidak jelas atau kabur . Meski demikian komunikasi informal akan untuk memenuhi kebutuhan sosial , mempengaruhi orang lain , dan mengatasi kelambatan komunikasi formal yang biasanya cenderung kaku dan harus melalui berbagai jalur terlebih dahulu .
  3. Komunikasi Non Formal adalah proses komunikasi yang berada di antara yang formal atau resmi dengan yang tidak resmi atau informal . Komunikasi jenis ini biasanya berupa komunikasi yang berhubungan dengan hubungan pribadi.
JARINGAN KOMUNIKASI

Secara sederhana, definisi jaringan komunikasi adalah ”siapa berbicara dengan siapa atau kepada siapa” (Beebe dan Masterson, 1994). Selanjutnya De Vito (1997), mendefinisikan jaringan komunikasi sebagai suatu saluran atau jalan tertentu yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orang ke orang lain. Kemudian Gonzales dalam Jahi (1993) mengatakan bahwa hubungan siapa dengan siapa dapat diilustrasikan dalam sebuah sosiogram yang berguna untuk menelusuri jaringan informasi ataupun difusi suatu inovasi.
Salah satu cara untuk memahami perilaku manusia adalah dengan mengamati atau memahami hubungan-hubungan sosialnya yang tercipta karena adanya proses komunikasi interpersonal (Seliawan 1983). Oleh karena itu untuk memahami hubungan sosial yang demikian dapat dipelajari melalui studi jaringan komunikasi. Ketika dua orang atau lebih ikut serta dalam pengiriman pesan, mereka terlibat dalam suatu jaringan komunikasi (Man Lin 1975, diacu dalam Setyanto 1993). Karena struktur hirarkinya yang ketat, jarak phisik yang jauh dari orang-orangnya, perbedaan yang besar dalam kompetensinya, dan berbagai tugas khusus yang harus diselesaikan, maka organisasi maka organisasi harus menciptakan jaringan komnunikasi yang beragam (Baird, 1977; Kreps, 1990 dalam Devito 1997).
Jaringan komunikasi adalah saluran yang digunakan untuk meneruskan pesan dari satu orng ke orang lain. Jaringan ini dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, kelompok kecil sesuai dengan sumberdaya yang dimilikinya akan mengembangkan pola komunikasi yang menggabungkan beberapa struktur jarngan komunikasi. Jaringan komunikasi ini kemudian merupakan sistim komunikasi umum yang akan digunakan oleh kelompok dalam mengirimkan pesan dari satu orang keorang lainnya. Kedua, jaringan komunikasi ini bias dipandang sebagai struktur yang diformalkan yang diciptakan oleh organisasi sebagai sarana komunikasi organisasi.

Beberapa pengertian jaringan komunikasi menurut beberapa ahli dapat disebutkan sebagai berikut:

1.      Pengertian jaringan komunikasi menurut Rogers (1983) adalah suatu jaringan yang terdiri atas: individu-individu yang saling berhubungan, yang dilmbungkan oleh arus komunikasi yang terpola.
2.      Hanneman dan Mc Ever dalam Djamali (1999) menyatakan bahwa jaringan komunikasi adalah pertukaran informasi yang terjadi secara teratur antara dua orang atau lebih.
3.      Knoke dan Kuklinski (1982) melihat jaringan komunikasi sebagai suatu jenis hubungan yang secara khusus merangkai individu-individu, obyek-obyek dan peristiwa-peristiwa.
4.      Berger dan Chaffee mengutip pendapat Farace (1977) yang melihat jaringan komunikasi sebagai suatu pola yang teratur dari kontak antara person yang dapat diidentifikasi sebagai pertukaran informasi yang dialami seseorang di dalam sistem sosialnya (Berger dan Chaffee. 1987:239). 
5.      Feldman dan Arnold (1993) membedakan jaringan komunikasi menjadi dua jenis, yaitu jaringan komunikasi formal (menyerupai struktur organisasi) dan jaringan komunikasi informal yang disebut juga sebagai grapevine atau benalu komunikasi.
6.      Sajogyo (1996) mengistilahkan jaringan komunikasi informal ini sebagai jaringan komunikasi tradisional. Jaringan komunikasi tradisional merupakan saluran komunikasi yang paling penting untuk mobilisasi desa.
TIPE KOMUNIKASI
1.      Komunikasi Dengan Diri Sendiri (INTRA PERSONAL COMMUNICATION)
Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri.

2.      Komunikasi Antar Pribadi (INTER PERSONAL COMMUNITION)
Komunikasi antar pribadi ialah komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka.

·         Komunikasi antar pribadi dapat dibedakan atas 2 macam :

a.       Komunikasi diadik : proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang dalam situasi tatap muka.
b.      Komunikasi Kelompok Kecil : proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka.

3.      Komunikasi Publik (PUBLIK COMMUNICATION)
Komunikasi publik menunjukkan suatu proses dimana pesan-pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka di depan khlayak yang lebih besar.

4.      Komunikasi Massa (MASSA COMMUNICATION)
Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya massal melalui alat-alat yang bersifat mekanis seperti radio, televisi, surat kabar dan film.



Minggu, 16 Desember 2012

PENYESALAN



Bergetar ku dalam diam
Dalam sesal yang kian mencekam
Dalam kecewa yang kian menghujam
Dalam rasa tak percaya yang kian menghantam
Nyata menyungkurkan ku pada lembah tak bertuan
Semua karena kesalahan
Yang tak seharusnya kulakukan

Tersaruk ku kini dalam luka
Terperih akan tiap tetes mata
Membenci diri tiada terkata
Semua menyisakan tanya "Mengapa??"
Tanpa ada jawab walau sepatah

Hanya seuntai harapan yang kini ada
Bergelanyut pada wajah berparas duka
Berharap semua akan segera sirna
Kembali hanya pada satu kata "Bersama"

Rabu, 28 November 2012

11 OKTOBER 2012

11 OKTOBER 2012, ya hanya judul biasa, di potingan gue yang berjudul seperti yang diatas itu adalah dimana tepatnya hari itu gue di operasi karena kelenjar thyroid yang gue derita selama lebih dari 3 tahun.

Pada awalnya gue tau kalau mengidap penyakit ini pada bulan september 2009, pada saat itu gue periksa ke RSMK Bekasi yang Barat. Emang sama dokternya suru di operasi, tapiiiiiiiii karena gue takut dan segala macem sama yang namanya operasi, ya gue ga di operasi.

Pas september 2012 gue mulai banyak keluhan karena sakit yang gue alami ini, dan pada akhirnya bulan oktober gue di operasi di RSMK Bekasi Barat. Masih ada siihh rasa ketakutan akan operasi, tapii apa boleh buat dokter menyarankan gue untuk melakukan tindakan medis operasi. Gue coba kuatin hati dan berdoa supaya rasa ketakutan itu hilang, dan sampai akhirnya gue siap di operasi, semua itu dorongan dan semangat dari semua orang yang gue sayang dan sayang sama gue.

Selasa sore tanggal 9 oktober 2012, konsultasi ke dokter bedah onkologi, dan menentukan hari untuk operasi, besoknya hari rabu pagi gue masuk rumah sakit dan mulai rawat inap disana, rasa takut masih ada terus di hati gue dan sampai akhirnya gue di operasi besoknya yaitu hari kamis jam 5 sore.

Jam setengah 5 sore seorang suster mempersiapkan diri gue untuk dibawa ke ruang operasi, tapi sebelumnya dokter anestesi ngasih suntikan yang katanya obat perdarahan, supaya abis operasi ga banyak darah yang keluar... daaaann tempat tidur gue mulai dijalankan untuk menuju ruang operasi, dari meninggalkan ruang rawat inap sampe di lift dan akhirnya sampe di ruang operasi itu rasanya deg2an, gemeteran, grogi, nervous, panik, takut, sedih, dan lain sebagainya dehh.

Pas ruang operasi dibuka untuk gue masuk kesana, mama bilang "jangan banyak pikiran, jangan panik, doa terus de, mama di luar jg doain dede" disitu mulai punya tekad dan menghapus semua ketakutan, walaupun deg2an yaa masih siii, haha sama aja yaa itu sii masih takut namanya :)
di ruang steril para suster bilang "jangan takut y de, ga sakit ko kan ntar di bius jg ga terasa apa2, doa aja ya de, tunggu sebentar ya sampe jam 5 ya baru kita masuk ke ruang pembedahan" nah disitu jantung gue makin kenceng detaknya, dinginnya ruang sterilisasi malah bikin gue jadi gemeteran. Doa gue saat dibawa ke ruang pembedahan : ya allah lancarkan operasinya, beri aku ketenangan supaya ga gemeteran seperti ini, semoga pada saat jalannya operasi tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Teruuuus cuma ngelewatin 2 pintu dari ruang sterilisasi sampe deh di ruang pembedahan, ya allah serem banget, rasanya mau kabur keluar, hhehhe. .
3 dokter yang menangani gue operasi dan juga ada beberapa para asistennya.
Percakapan sebelum akhirnya gue ga sadarkan diri :
dokter : "udah siap de?"
gue : udah.
dokter : tenang ya de, udah bca doa belum ?
gue : iya. udah.
dokter ; di bius dulu ya de. (sambil menyuntikkan biusan si infusan gue)
gue : iya (sambil doa dan seketika ga sadar)

5 jam kemudian........................................

tau2 gue udah ada di ruang sterilisasi, dibangunin sama susternya, dengan kondisi lemes, rasa ngantuk bgt maunya merem, mau gerakin anggota tubuh gue aja susah banget rasanya itu berat, dengan penglihatan yang masih buram karena masih ada pengaruh dari obat biusnya, lalu gue diberi oksigen di hidung, trus ibu jari dijepit entah untuk apa funginya, dan alat2 kedokteran lainnya supaya gue cepet sadar mungkin yaa ?

setelah lama gue di ruang steril, gue ditanya suster : "masih mau disini dulu apa mau langsung ke ruangan ?" ya jelas gue jawab : "mau ke ruangan aj" lalu keluarga gue yang nunggu diruang tunggu di panggil, dan kembali ke ruang rawat inap lagi. Pas gue tanya mama : "ma jam berapa?" kata mama : "jam 10" kaget bgt gue operasi sampe 5 jam, padahal sebelum gue nanya mama jam brp, gue ngerasa baru jam 7an gitu, hehe.. karena ga sadar sampe ga ngerasa udah berapa lama gue di ruang operasi.

dipindahin ke ruangan pasca operasi...
dengan kondisi yang ga berdaya, lemes bukan maen, pas keluar dari ruang operasi gue liat semua keluarga gue yang nunggu gue operasi, gue liat papa bawa tabung gitu yang isinya daging yang ada di leher gue itu, (enek banget dan jadi jijik sendiri denger cerita nyokap sama semua yang jenguk gue kalo dalemnya kaya daging gitu, trus diliatin gitu yang ditabung, dan sampe sekarang gue ga pernah mau liat yang ada ditabung itu), pas di ruang perawatan keluarga gue di usir sama satpam karena udah malem, jadi tinggal mama yang nungguin gue, gue cuma di kasih minum dan makanan tapiii gue cuma boleh minum doang, itu pun sedikit banget, gue ga boleh makan sebelum buang angin, ya allah gue sampe mikir ternyata buang angin tu mahal banget ya, sampe mau makan dan minum aja harus nungguin buang angin. di tungguin tapi ga keluar2 itu anginnya, teruss karena masih pengaruh obat bius akhirnya gue tertidur deh........
pas hari jumatnya itu karena biusannya udah ga bereaksi, baru deh terasa sakitnya pasca operasi, pusing, mual mau muntah tapi ga bisa karena sebelum operasi kan puasa 8 jam jadi perut kosong belum keisi apa-apa, muka pucet, gerak dikit aja sakit, mau duduk aja ga bisa, ga berdaya banget lah pokoknya.trus karena gue udah buang angin, udah makan dan minum juga, baru deh pas malem2 gue muntah, namanya ga bisa gerak gimana mau bangun duduk, y cuma bisa miringin badan, itupun dibantu sama mama dan suster2nya.

kebanyakan orang takut operasi karena takut sakit dan macem2 lainnya, tapi ternyata menurut gue yang sakitnya ampun2an itu bukan pas operasinya tapiii pasca operasi itu. sakitnya ga cuma 1 hari itu aja, tapi terus2an kaya gitu sampe 3 hari.

namanya leher diperban gede banget ya mau bangun aja susah, harus dibantuin sama mama atau suster dehh. yang ga enaknya lagi pas infusan gue yang ditangan kiri dicabut dan dipindahin ke tangan kanan itu sampe nangis, gila sakit banget tauu. belum yang namanya harus di suntik tiap hari, pagi ada 4 obat yang berupa suntikan dimasukkin ke selang infusan gue, siang dan malem pun begitu ada 4 juga, dari 4 suntikan itu ada  yang sakitnya minta ampun dan terasa panas sampe keseluruh tubuh serta mual tapi ga bisa muntah. belum lagi pasca operasi gue diharuskan makan bubur terus, ya allah rasanya kangen nasi, bubur tiap hari kan enek yaa apalagi sehari harus 3x, coba bayangin gimana lemesnya gue makanannya bubur mulu selama seminggu....

hari minggu dokter bilang rencana pulang besok, infusan udah dilepas pas minggu malem, habis 10 botol infusan. hari senin pagi seperti biasa pada tiap harinya di pagi hari, dokter yang menangani gue operasi dateng untuk memeriksa keadaan gue, dan pas gue tanya :
gue : "kapan boleh pulang dok?"
dokter : "bukannya masih betah?"
gue : "aduh mau pulang dok, enakan di rumah"
dokter : "yaudah boleh pulang tapi dipotong dulu selang drainnya sama ganti perban, nanti pas kontrol baru selangnya dicabut, apa mau dibawa aja drainnya ke rumah biar ntar dilepasnya pas kontrol?"
gue: (aduh masa siih gue kemana2 harus bawa2 drain yang isinya darah?) "ga usah dok, dipotong aja", jawab gue.

pas dokter keluar dari ruangan langsung aja gue telepon orang tua gue supaya cepet2 jemputnya karena bener2 udah ga betah banget. trus pas siang gue dikasih makan dan lagi2 bubur, abis makan orang tua gue dateng trus gue diganti perban dan dipotong selang drain yang ada di leher gue, truuussss pulang dehhh, ehh tapi pamit dulu sama pasien yang sekamar sama gue trus jg sama suster yang baik yang udah sabar dan telaten banget ngerawat gue,trusss sampe deh dirumah, aduh senengnya :)